Blokir Situs “Negatif” dengan Nawala
Bapak-bapak, ibu-ibu semua yang sedang gelisah atas salah satu dampak negatif internet bagi putra-putrinya (atau bagi bapak/ ibu sendiri) tentang mudahnya akses ke alamat-alamat yang mempertontonkan pornografi, kini ada cara mudah dan gratis sebagai solusinya, yakni dengan menggunakan DNS NAWALA. Apa itu ? silahkan klik di link di bawah ini :
http://nawala.org/about.php?cmd=read&title=Tentang+Nawala
Untuk panduan setting-nya, silahkan klik di bawah ini :
http://nawala.org/manual.php?cmd=window
Selamat mencoba dan semoga sukses
Belajar dari Pasar Hewan
Hari ini saya belajar dari para penjual hewan ternak di pasar hewan, dalam bahasa jawa disebut dengan “blantik”.
Pagi ini saya diajak teman membeli hewan ternak untuk disembelih waktu Hari Raya Qurban. Berangkatlah kami berempat dengan 2 sepeda motor. Sesampai di pasar hewan, teman yang memang dah expert masalah hewan segera “berburu” hewan yang dicari yakni seekor lembu/sapi.
Cuaca sangat panas dan bau (tentu saja bau hewan karena memang pasar hewan). Sambil nunggu teman yang “berburu” saya coba keliling liat-liat. Pertama liat-liat lembu/ sapi terus kambing. Bermacam-macam jenis, ukuran dan warna sehingga menimbulkan bermacam harga pula. Disana banyak orang bertransaksi tetapi juga banyak orang yang just looking-looking.
Ada satu pelajaran yang saya dapat dari apa yang saya dengar dan lihat ketika menyaksikan penjual dan pembeli bertransaksi. Satu pelajaran yang membuat saya nggumun, kagum, merasa aneh (mungkin karena baru pertama kali pergi ke pasar hewan kali) yakni akad perjanjian jual belinya, berupa uang tunai Rp 1.000,- alias seribu rupiah, hanya seribu rupiah dibanding harga sapi yang mencapai 7 s/d di atas 10 juta rupiah. Sungguh suatu transaksi yang menurut saya elegan. Hanya (maaf bukan bermaksud merendahkan) dengan uang seribu rupiah sudah merupakan tanda jadi atas transaksi yang nilainya jutaan rupiah. Sungguh tersirat rasa saling percaya yang luar biasa. Suatu hal yang kadang sulit ditemukan didunia bisnis, dimana sering dijumpai banyak penipuan dengan berbagai modus operandinya.
Kiranya saya perlu banyak belajar lagi dari segala apa fenomena di sekitar kehidupan ini, termasuk dari para “blantik” dengan segala kekurangannya, yang mungkin bisa saya jadikan sumber inspirasi dan motivasi sebagai seorang guru dalam menjalankan profesi sebagai seorang pendidik dalam rangka mengajarkan peserta didik akan arti penting suatu kepercayaan, amanah dan menjaga amanah. Semoga…
Negeri Para Bedebah
NEGERI PARA BEDEBAH
Oleh Adhie Massardi
Ada satu negeri yang dihuni para bedebah
Lautnya pernah dibelah tongkat Musa
Nuh meninggalkan daratannya karena direndam bah
Dari langit burung-burung kondor jatuhkan bebatuan
menyala-nyala
Tahukah kamu ciri-ciri negeri para bedebah?
Itulah negeri yang para pemimpinnya hidup mewah
Tapi rakyatnya makan dari mengais sampah
Atau jadi kuli di negeri orang yang upahnya serapah dan bogem mentah
Di negeri para bedebah
Orang baik dan bersih dianggap salah
Dipenjarakan hanya karena sering ketemu wartawan
Menipu rakyat dengan pemilu menjadi lumrah
Karena hanya penguasa yang boleh marah
Sedang rakyatnya hanya bisa pasrah
Maka bila negerimu dikuasai para bedebah
Jangan tergesa-gesa mengadu kepada Allah
Karena Tuhan tak akan mengubah suatu kaum
Kecuali kaum itu sendiri mengubahnya
Maka bila negerimu dikuasai para bedebah
Usirlah mereka dengan revolusi
Bila tak mampu dengan revolusi, Dengan demonstrasi
Bila tak mampu dengan demonstrasi, dengan diskusi
Tapi itulah selemah-lemahnya iman perjuangan .
New Feature and Natural Intellegence
Akhirnya selesai juga. Setelah sekian lama offline untuk utak-utik theme baru, akhirnya hari ini saya bisa mengganti tampilan blog ini. Ditambah access internet yang lumayan agak lemot, dibutuhkan kesabaran ekstra, hingga akhirnya… huuuhhhh, I’m happy now.
Bersamaan nonton acara adventuring di salah satu stasiun televisi swasta nasional, jadi inget theory Prof. Gardner tentang multiple intelligences yang salah satunya adalah natural intelligence, dimana seseorang akan mampu belajar dengan hasil maksimal dengan memanfaatkan alam sebagai media dan sumber belajar. Bahkan dengan intelligence-nya tersebut seseorang juga bisa mencukupi kebutuhan hidupnya secara materi. Tu, buktinya buanyak sekarang di TV, dengan menjadi pembawa acara sebuah acara petualangan, seseorang, bahkan anak juga ada, pasti mendapat imbalan materi yang “lumayan”
So, bagaimana Bapak/ Ibu Guru tercinta? Sudahkah kita manfaatkan alam sebagai salah satu media atau sumber belajar dalam kegiatan pembelajaran kita?
Minal Aidzin wal Faidzin
Tiada kata seindah maaf…
Setelah sebulan berpuasa…
mencoba tuk bersihkan diri…
berharap raih kemenangan di idul fitri…
mari sempurnakan kemenangan dengan bermaaf-maafan
Minal Aidzin Wal Faidzin
Semoga dengan kebersihan hati…
setiap Guru kan miliki kekuatan akbar menebar ilmu
merasuk dalam relung hati setiap peserta didiknya
menyadari bahwa ilmu penting bagi dirinya
dan sang Guru layak jadi contoh dan inspirasinya…
ONCE MORE, do the best – get the best
Once upon a time, somewhere…
There is an old man.
Ia bekerja di perusahaan kontraktor sejak remaja, berawal dari seorang kuli, ia naik pangkat menjadi tukang, terus mandor hingga ia mampu menduduki jabatan sebagai arsitek utama.
Suatu hari ia merasa sudah capek bekerja, maka ia putuskan untuk mengajukan pensiun.
Pada hari yang dirasa pas, ia menghadap pimpinan perusahaannya.
Old man : selamat pagi, bisa saya menghadap
Boss : o, selamat pagi, silahkan. ada apa ini kok tidak seperti biasa
Old man : ia pak, ada sesuatu yang luar biasa yang ingin saya sampaikan. tetapi mohon maaf sebelumnya
Boss : ah, bapak ini kayak sama siapa saja. bapak adalah karyawan terbaik kami, ndak usah sungkan-sungkan
old man : begini pak, saya merasa sudah lama bekerja di sini dan karya saya juga menurun. maka ijinkan saya mengajukan pensiun
boss : bapak yakin? sebenarnya keberatan karena belum ada karyawan sehebat bapak di sini. Bapak adalah yang terbaik yang kami punya. tetapi kalau memang tidak ada pilihan lain, baik saya ijinkan tetapi ada syaratnya. bapak bersedia?
old man : baik pak. sebagai ucapan terima kasih saya terhadap perusahaan ini, saya terima apapun syaratnya
boss : bapak harus menyelesaikan satu pekerjaan lagi. bapak kerjakan sendiri dengan tim bapak mulai dari perencanaan hingga selesai termasuk perabotnya plus mobil mewah. ingat pak, hati-hati, pelanggan kita yang satu sangat istimewa
old man : baik pak, saya siap. permisi pak.
Maka hari demi hari pak tua bekerja dengan timnya untuk mengerjakan tugas terakhirnya. TETAPI ada sesuatu yang beda. Karena ia merasa ini adalah pekerjaan terakhir, ia sudah kurang memiliki komitmen mutu pada pekerjaannya. semua pekerjaan dikerjakan asal-asalan. “toh habis ini aku tidak bekerja di sini lagi,” batinnya.
Hari itu telah tiba. Selesai sudah pekerjaannya. Maka dengan penuh semangat ia menghadap pimpinan untuk mengambil surat persetujuan pensiunnya.
Old man : selamat pagi, saya menghadap
Boss : o, selamat pagi, silahkan. bagaimana pak, beres pekerjaannya
Old man : iya pak, saya menghadap untuk menyampaikan ini, kunci rumah dan kunci mobilnya
Boss : baik pak, terima kasih banyak. kini saatnya saya menepati janji saya untuk mengijinkan bapak untuk pensiun. Saya atas nama perusahaan dan pribadi hanya bisa menyampaikan rasa terima kasih atas pengabdian bapak selama ini. Selain itu kami mengucapkan banyak maaf jika selama bapak bekerja di sini kami belum bisa memberikan yang terbaik sebagaimana bapak memberi perusahaan ini yang terbaik. Dan sebagai ganti itu semua kami hanya bisa memberikan “INI” kepada bapak.
(Si boss memberikan kunci rumah dan kunci mobil itu kepada pak tua)
Pak tua hanya bisa menangis, menyesali apa yang telah diperbuatnya dan menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besaarnya kepada si boss.
Jadi, apa yang kita lakukan saat ini, sebenarnya kita berbuat untuk diri kita, entah kapan hasilnya, kayak apa hasilnya,
ALLAH KNOWS WHAT THE BEST FOR HIS CREATURES
SO, yang terpenting… Be KHUSNUDZON sama ALLAH…
Manusiawi jika kita marah, jengkel, benci, malas, menghadapi orang-orang yang kita rasa kurang bisa menghargai jerih payah kita…
tetapi, REJEKI bukan milik Manusia…
Thanks to Andrie Wongso
Do The Best, Get The Best
Do The Best, Get The Best
Do The Best, Get The Best
Do The Best, Get The Best
Do The Best, Get The Best
Do The Best, Get The Best
Do The Best, Get The Best
Do The Best, Get The Best
Do The Best, Get The Best
Do The Best, Get The Best
Do The Best, Get The Best
8 Etos
Dalam bukunya, Jansen Sinamo, menuliskan 8 etos kerja, yaitu :
1. Kerja adalah RAHMAT
Aku bekerja tulus penuh SYUKUR
2. Kerja adalah AMANAH
Aku bekerja benar penuh TANGGUNG JAWAB
3. Kerja adalah PANGGILAN
Aku bekerja tuntas penuh INTEGRITAS
4. Kerja adalah AKTUALISASI
Aku bekerja keras penuh SEMANGAT
5. Kerja adalah IBADAH
Aku bekerja serius penuh KECINTAAN
6. Kerja adalah SENI
Aku bekerja cerdas penuh KREATIFITAS
7. Kerja adalah KEHORMATAN
Aku bekerja tekun penuh KEUNGGULAN
8. Kerja adalah PELAYANAN
Aku bekerja paripurna penuh KERENDAHAN HATI
SELAMAT BEKERJA…
PEMBELAJARAN BERPRINSIP MANAJEMEN MUTU
Ini adalah abstrak artikel yang saya ikutkan lomba penulisan artikel Program Untukmu Guruku 2009 di Jawa Pos.
ABSTRAKSI
Pembelajaran sebagai core bisnis dunia pendidikan, kini semakin menjadi fokus trend tuntutan layanan prima berorientasi pada mutu. Untuk mewujudkan hal tersebut, perubahan mutlak diperlukan, dari gaya pembelajaran konvensional menjadi pembelajaran yang full innovation, sehingga proses pembelajaran akan berjalan efektif dan efisien berdasar pada prinsip humanism yang memandang mengajar sebagai bagian dari proses mendidik adalah memanusiakan manusia dengan cara-cara manusiawi. Salah satu prinsip yang bisa dijadikan dasar dalam menapaki lajur mutu pembelajaran adalah prinsip manajemen mutu yang selama ini lebih dikenal luas dalam implementasi Sistem Manajemen Mutu ISO 9001 : 2000 yang akhir-akhir ini banyak diimplementasikan di dunia pendidikan dalam rangka penjaminan mutu untuk mewujudkan kepuasan pelanggan.
Love in SMS
In English:
dea : i’m fn. n u?
ade : i’m fn 2. w r u d now?
dea : imgne u. dream u. i m u
ade : m 2. i m u so much. let’s dte
dea : i’d l 2. whre?
ade : c mvie?
dea : ok. I L U.. i’m wait u…
ade : b… I L U 2… c u …
Indonesianya :
ade : h. bgm kbr?
dea : baek2 ja. km bgm??
ade : aq jg baek2 ja. dang pa?
dea : byngkan drmu, mmpi drmu, aq kgn km…
ade : aq jg. aq kgn ma km. maen y?
dea : y. kmn?
ade : lht film?
dea : ok. aq cnt pdm.. q tggu
ade : da… aq y pdm… p ktm..
Jowone :
ade : he, py kbr?
dea : apik2 ae. pean py?
ade : aq y apek2 ae. lg po??
dea : byngne pean, aq kgn?
ade : aq y, pd. y dlan?
dea : y, sneng aq. n ndi?
ade : dlk film?
dea : ok. aq syng pean… t tgu
ade : d2… aq lwih syng pean… pek engko…


